Self-defense, hal yang masih sangat populer atau viral di berbagai kalangan, terutama bagi para wanita. Lumrah saja, karena memang wanita lebih banyak menjadi target kejahatan terutama kejahatan jalanan. Anggapan bahwa wanita merupakan kaum lemah juga masih menjadi dogma di masyarakat. Artikel “Self-Defense, Apa Saja Yang Perlu Diketahui?” akan mengupas mengenai hal apa saja yang perlu diketahui oleh semua orang sehubungan dengan “self-defense”.

Arti Kata Self-Defense

self-defense noun

self-de·​fense | \ ˌself-di-ˈfen(t)s \
Definition of self-defense
1: a plea of justification for the use of force or for homicide
2: the act of defending oneself, one’s property, or a close relative

Merriam-Webster.com Dictionary, s.v. “self-defense,” accessed October 20, 2021, https://www.merriam-webster.com/dictionary/self-defense.

Jadi self-defense memiliki dua arti.

Arti pertama adalah sebuah pembelaan untuk pembenaran atas penggunaan kekerasan atau untuk tindakan pembunuhan.

Arti kedua adalah tindakan seseorang yang dilakukan untuk membela atau mempertahankan dirinya, harta benda miliknya, atau keluarganya.

Sejarah Istilah Self-Defense

Istilah atau kata self-defense pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1609 dengan pengertian sesuai dengan arti nomor 2 di atas.

Self-Defense Dalam Dunia Beladiri/Martial Arts

Umumnya, beladiri dipelajari atau diikuti sebagai sebuah bentuk olahraga, baik itu untuk menjaga kesehatan maupun untuk prestasi dengan menjadi seorang atlet.

Hal ini sangat baik dilakukan karena memang untuk menjaga kesehatan kita harus berolahraga dan bergerak secara aktif. Selain itu, berlatih beladiri dengan benar dan dalam jangka waktu cukup lama akan memperkuat tidak hanya fisik tetapi juga mental seseorang.

Tetapi, mempelajari sebuah beladiri belum tentu membuat seseorang menjadi mampu membela diri (melakukan self-defense). Mengapa demikian? Mari kita lihat penjabarannya.

Berlatih Beladiri Untuk Kesehatan

Bagi yang berlatih beladiri untuk olahraga dan menjaga kesehatan, kemungkinan besar tidak pernah berlatih keras seperti halnya seorang atlet dan tidak pernah merasakan sakitnya terkena pukulan atau tendangan yang dilakukan dengan keras.

Berlatih Beladiri Untuk Prestasi

Sedangkan bagi yang berlatih beladiri untuk menjadi seorang atlet, pasti akan merasakan latihan yang berat setiap hari dan merasakan sakitnya terkena pukulan dan tendangan yang keras. Tetapi sebagai atlet, tentu akan melakukan pertandingan dengan pengawasan wasit dan juri, serta ada peraturan yang harus dipatuhi pada pertandingan tersebut. Tujuannya adalah meraih kemenangan dan prestasi menjadi seorang juara.

Perbedaannya Dengan Berlatih Self-Defense

Yang membedakan antara berlatih self-defense dengan berlatih beladiri sebagai olahraga atau untuk prestasi adalah pada saat kita membela diri dalam situasi dan kondisi yang mengancam keselamatan, tidak akan ada peraturan, wasit, juri, atau pelatih yang akan memastikan kita 90% aman dan tidak mengalami cidera fatal.

Orang yang berniat jahat kepada kita tidak akan merasa kasihan kepada kita dan tidak akan berhenti hanya karena melihat kita jatuh bahkan berdarah sekalipun.

Girl photo created by cookie_studio – www.freepik.com

Berlatih Self-Defense

Self-defense bukanlah sebuah aliran beladiri. Teknik self-defense biasanya merupakan campuran teknik berbagai macam beladiri, karenanya setiap pelatih self-defense akan memiliki dan mengajarkan teknik yang berbeda, sesuai dengan beladiri apa saja yang pernah dipelajarinya serta pemahamannya terhadap beladiri tersebut.

Walaupun menggunakan gabungan teknik beberapa beladiri, self-defense tidak bisa dikategorikan sebagai MMA karena dalam berlatih self-defense tidak hanya secara tangan kosong dan ada banyak teknik yang tidak boleh digunakan dalam lingkungan pertandingan.

Persepsi dan Cara Berlatih Self-Defense Yang Salah

Secara umum, banyak orang memiliki persepsi yang salah sehubungan dengan self-defense. Beberapa diantaranya adalah:

Self-defense = ‘Bak bik buk’

Kalau kita lihat di banyak media, terutama video, yang beredar saat ini, self-defense selalu ditekankan ke arah teknik fisik. Padahal ada banyak hal lain, selain teknik ‘bak bik buk’, dalam berlatih self-defense.

Self-defense Praktis

Persepsi yang salah mengenai istilah ‘praktis’ dalam self-defense.

Dalam bahasa Inggris memang sering disebut ‘practical self-defense’. Pengertian kata ‘practical’ di sini tidak bisa secara mentah kita artikan sebagai ‘praktis’ alias mudah atau gampang dilakukan. Pengertian istilah ‘practical’ di sini adalah sesuatu hal yang bisa dilakukan, dapat dipraktekkan. Jadi ‘dapat atau bisa’ dan bukan ‘mudah atau gampang’.

Bahayanya adalah bisa membuat orang yang berlatih self-defense dengan mudah merasa sudah mampu melakukan teknik self-defense sehingga tidak sering dilatih. Juga rasa aman palsu yang diberikan dari kesalahan persepsi tentang ‘self-defense praktis’.

Tidak Berlatih Di Bawah Tekanan

Berlatih self-defense dalam kondisi nyaman, badan sedang bugar, di dalam ruangan yang terang dan (terkadang) berpendingin ruangan, memakai pakaian yang nyaman untuk berolahraga; maka esensi dari latihan self-defense itu sendiri sudah hilang.

Bukan berarti saat berlatih self-defense harus selalu dalam kondisi tidak nyaman. Hanya saja ada saatnya perlu berlatih self-defense dalam kondisi di luar zona nyaman dan di bawah tekanan. Tentunya dengan tetap terkendali karena tetap saja ini adalah latihan.

Tidak Memperhatikan Aspek Hukum

Pada awal artikel ini, pengertian nomor 1 mengenai self-defense merupakan pengertian yang menyangkut aspek hukum/legal.

Semua orang yang berlatih self-defense harus memahami bahwa dalam melakukan pembelaan diri atau melindungi orang tersayang sekalipun, dapat membuat kita terkena masalah hukum. Sayangnya begitulah kondisinya. Hukum di beberapa negara mungkin lebih bisa menerima pembelaan dengan alasan membela diri, tetapi di beberapa negara lainnya tidak demikian.

Tidak Memahami Tujuan Self-Defense

Hal ini biasanya terlihat dari sikap seseorang yang saat baru belajar self-defense menjadi jauh lebih berani secara tiba-tiba. Yang tadinya takut pulang malam, mendadak berani pulang tengah malam karena didasari merasa sudah belajar self-defense.

Tujuan self-defense adalah to go home alive and safe for everybody. Tujuan ini harus diusahakan semaksimal mungkin dalam melakukan self-defense.

Tunggu artikel selanjutnya yang akan membahas self-defense lebih mendalam.

Butuh waktu yang tidak sebentar untuk benar-benar mampu melakukan self-defense, jadi sebaiknya jangan percaya dengan janji-janji tempat pelatihan self-defense yang mengaku bisa membuat seseorang mampu melakukan self-defense dalam jangka waktu pendek.

DISCLAIMER

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi, bukan sebagai pengganti latihan dengan pelatih yang sebenarnya. Jika Anda memiliki masalah kesehatan, konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan profesional sebelum memulai latihan berat.

REFERENSI

  1. https://www.merriam-webster.com/dictionary/self-defense
  2. Internal Bumi Muay Thai.
About the author

Muay Thai and Kickboxing practitioner since 1997, having great interests in other martial arts and aspects that come with learning martial arts, such as nutrition and health-related topics. If you like this article, please consider supporting me via PayPal.me/DewiShanty

Leave a Reply

ADVERTISEMENT

Artikel Terbaru

YouTube Bumi Muay Thai